Laporan Requirement Analysis

Saat ini seringkali kita mendapatkan perkuliahan diluar jadwal yang seharusnya entah untuk pengganti kelas karena minggu lalu perkuliahan tidak ada atau menarik perkuliahan lebih cepat karena alasan sesuatu. 

Untuk mencari kelas kosong yang akan digunakan nantinya, biasanya dosen menyuruh mahasiswanya untuk mencari kelas kosong tersebut, dan juga biasanya para mahasiswa cukup  malas untuk mencari ruangan kelas kosong tersebut dikarenakan beberapa hal ini :

  1. Jadwal perkuliahan di fakultas terlalu banyak dan tulisannya kecil – kecil sehingga cukup sulit untuk diteliti.
  2. Jadwal dibagi – bagi perjurusan saja, sehingga pada saat kita ingin mengecek suatu kelas, kita harus mengeceknya di setiap jurusan apakah kelas ini digunakan atau tidak.
  3. Terkadang yang ingin menggunakan kelas kosong tersebut lebih dari 1 kelas, sehingga dapat terjadi bentrok pada penggunaanya, pada akhirnya harus ada yang mengalah dan mencari kelas lain.
  4. Seringkali ada perkuliahan yang ditiadakan atau berakhir lebih cepat dari jadwal seharusnya, sehingga kelas yang digunakan untuk perkuliahan tersebut tidak terpakai dan statusnya tidak diketahui oleh orang lain.

Oleh karena itu kami ingin membangun sebuah aplikasi berbasis web service untuk menjawab masalah – masalah yang sering dikeluhkan oleh para mahasiswa pencari kelas tersebut. Untuk saat ini kami akan mengujikannya di lingkungan FPMIPA – C saja sebagai uji coba.

Untuk membangun sistem ini kami melakukan survey dengan penyebaran google form untuk mendapatkan requirement yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi para mahasiswa, dan dari hasil survey tersebut dapat disimpulkan bahwa :

  1. Banyak yang menginginkan sistem ini untuk membantu para mahasiswa dalam pencarian ruangan kelas kosong, entah untuk perkuliahan, praktikum, organisasi, dsb.
  2. Sistem dapat memfilter pencarian kelas berdasarkan jurusan, mata kuliah, ruangan kelas, hari, jam, dll.
  3. Selain informasi mengenai ruangan kelas, para mahasiswa juga ingin mengetahui jadwal penggunaan laboratorium sehingga pengaturan jadwal praktikum dapat lebih mudah dan tidak bentrok dengan praktikum lain.
  4. Ada status pemakaian kelas, sehingga semua orang dapat mengetahui status kelas tersebut apakah sedang terpakai atau tidak.

Untuk dokumentasi hasil survey dapat dilihat di :

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1zD5uqtrNGGQ1fvXyKfG7SruVvMY5gtDhJH7GzNy9ZeA/edit?usp=sharing

Agile Method, Scrum, Kanban Pada Perkembangan Industri TI

Agile Development Methods adalah sebuah metode yang digunakan untuk pengembangan sistem perangkat lunak jangka pendek yang memerlukan adaptasi yang cepat dari developers terhadap perubahan dalam bentuk apapun.  Agile memiliki pengertian bersifat cepat, ringan, bebas bergerak, dan waspada. Ada beberapa langkah yang digunakan dalam metode agile ini yaitu :

  • Perencanaan, pada langkah ini pengembang dan klien membuat rencana tentang kebutuhan dari perangkat lunak yang akan dibuat.
  • Implementasi, bagian dari proses dimana programmer melakukan pengkodean perangkat lunak.
  • Tes perangkat lunak, disini perangkat lunak yang telah dibuat di tes oleh bagian kontrol kualitas agar bug yang ditemukan bisa segera diperbaiki dan kualitas perangkat lunak terjaga.
  • Dokumentasi, setelah dilakukan tes perangkat lunak langkah selanjutnya yaitu proses dokumentasi perangkat lunak untuk mempermudah proses maintenanance kedepannya.
  • Deployment, yaitu proses yang dilakukan oleh penjamin kualitas untuk menguji kualitas sistem. Setelah sistem memenuhi syarat maka perangkat lunak siap dideployment.
  • Pemeliharaan, langkah terakhir yaitu pemeliharaan. Tidak ada perangkat lunak yang 100% bebas dari bug, oleh karena itu sangatlah penting agar perangkat lunak dipelihara secara berkala.

Dalam metode agile ini terdapat enam nilai penting yang dikenal sebagai Agile Alliance’s Manifesto, diantarannya :

  • Interaksi dan personel lebih penting daripada proses dan alat.
  • Perangkat lunak yang berfungsi lebih penting daripada dokumentasi yang lengkap.
  • Kolaborasi dengan klien lebih penting daripada negosiasi kontrak.
  • Respon terhadap perubahan lebih penting daripada mengikuti rencana.

Scrum

Scrum merupakan agile framework yang paling banyak digunakan, hampir 66% framework Scrum digunakan oleh para pengguna metode agile. Framework Scrum ini memudahkan para developers dalam mengatasi proyek yang besar dalam iterative yang cukup kecil.

Kunci keberhasilan dalam framework Scrum :

Scrum ini cocok untuk tipe pengembangan produk yang kompleks, yang membutuhkan requirement yang berubah-ubah. Dalam hal ini, klien memegang peranan kunci dalam pengembangan, sehingga menuntut kesiapan klien/ customer/business owner untuk bisa berinteraksi dengan tim development setiap saat, untuk memastikan kelancaran pengembangan produk/ proyek.

Kanban

Kanban berasal dari bahasa Jepang, Kanban memiliki arti “Kartu yang dapat dilihat”. Kanban adalah framework yang sangat baik bila digunakan untuk proses kontinyu atau rilis produk harian. Ia juga baik untuk diterapkan dalam proyek-proyek pemeliharaan/ maintenance. Kanban memiliki ciri-ciri alur kerja yang tervisualisasi (visualized workflow), tugas yang dipecah menjadi item-item diskrit, progres kerja yang dibatasi, dan pengaturan tugas-tugas dari backlog.

Sama seperti Scrum, klien/ customer/ business owner memegang peran sentral. Bedanya dengan Scrum, klien hanya diperlukan pada periode-periode tertentu saja, untuk melakukan pendetailan.

Sumber :

https://www.objectstyle.com/agile/agile-scrum-kanban-lean-xp-comparison

https://www.softwareadvice.com/resources/agile-frameworks/

https://id.wikipedia.org/wiki/Agile_Development_Methods